Madyapadma35

XXXV Family

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Behind The Scene Kording P3RIODISTA

Proses pembuatan kording oleh kelompok P3RIODISTA .

Behind The Scene Kording 3LANG

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Behind The Scene Kording SEARCH3R

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Behind The Scene Kording TRI FIV3R

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Behind The Scene Kording CR35TAL

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Kumpulan Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kumpulan Puisi. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 April 2012

Puisi : Saudara

Jalan terjal yang terbentang panjang
Menghadang asa yang berkembang
Menyiapkan jebakan-jebakan terhampar
Segera menyergap dan menyambar

Gundukan luka di hati
Yang tergores setiap hari
Mengiris nurani
Perih tak terperi

Gumpalan-gumpalan asa
Terterpa hembusan duka
Rasa jiwa raga tak kuasa
Menahan gejolak yang membara

Jeritan dan rintihan pilu
Bagaikan angin lalu
Tak terdengar…
Dan layu…

Tak henti bibir qolbuku
Menyebut dan menyebut namamu
Tapi mengapa….
Perih dan pedih tiada surut…

Bisikan lirih…
Mengalir beriringan
Berjalan dan berlari
Berebut mendapat posisi

Oleh : Dinary

Puisi : Rindu

aku merindukanmu
ketika aku tahu kau tlah jauh berlalu
aku mencari bayanganmu
ketika malam tak lagi menampakkan wajahmu
aku memanggil namamu
diantara gelapnya hutan tak berlampu
kasih,
dimanakah dirimu?
dimana kau sembunyikan wajahmu?
aku rindu…

Oleh : Dinary

Puisi : Pergilah Dengan Cintaku

Aku berusaha untuk mampu berdiri disini
Menatap lurus kea rah tubuhmu yang mulai membeku
Membekukan hati yang kini terasa hampa
Bahkan air mata pun tak sanggup menemani

Entah waktu yang berlalu begitu cepat
Atau aku yang terlalu lambat menyadari
Entah apa yang harus ku lakukan
Hanya mampu memeluk tubuhmu yang tak lagi sehangat dulu

Setelah ini masih mampukah aku bertahan?
Ketika tak ada lagi senyummu
Ketika tak ada lagi candamu
Masih sanggupkah aku mencari penggantimu?
Atau haruskah aku berlari menyusulmu?

Terlalu banyak cerita yang harus ku lupakan
Terlalu banyak asa yang kau bawa pergi
Pergilah dengan cintaku…
Bawalah dongeng masa lalu yang pernah tercipta
Dan tetaplah tersenyum hingga nanti aku menyusulmu

Oleh : Ari Saptarini

Puisi : Saat Aku Beranjak Dewasa

Ketika aku beranjak dewasa
Ku lihat sosokmu tersenyum di ujung jalan itu
Semakin ku mendekat, semakin terlihat jelas senyum kasihmu
Perlahan aku melangkah
Membiarkan rasa itu perlahan menyusup di sela-sela jiwa

Ketika aku beranjak dewasa
Ku dapati diri tengah terhenyuk dengan peluk kasihmu
Yang menenangkanku saat langit pun sedang gelisah

Ku berjanji kelak akan ku bawa kau bersamaku
Menapaki kisah kasih kita berdua
Akan ku bawa kau dalam bahagiaku
Melangkah bersama
Menantang hidup
Mengejar mimpi
Dan menerjang deru ombak yang berani mengganggu

Ketika aku beranjak dewasa
Aku rasakan semua itu
Aku rasakan bagaimana aku mencintaimu
Namun yang terindah adalah merasakan caramu mencintaiku

Oleh : Ari Saptarini

Puisi : Penderitaan Bumi Kita

Bumi kita menjerit
Bumi kita tersiksa
Tersiksa karena kita
Tersiksa karena ulah manusia
    Tanah longsor dimana-mana
    Banjir melanda daerah-daerah
    Global warming melanda bumi
    Hutan-hutan semakin langka
     Pepohonan rindangku telah tiada
Kita seharusnya mengetahui akibatnya
Tidakkah manusia mengerti
Arti kata akibat
Arti kata kehancuran
    Kita sebagai penerus bangsa
    Hendaknya memelihara bumi ini
    Agar suatu saat nanti
    Terciptanya dunia yang berseri

Oleh : Yana
   

Puisi : Kembalikan Bumiku !

Dari sudut jendela,
Kulihat semuanya gersang
Kicauan burung berucap keras
Seolah tak tahan
Teriknya matahari yang menyiksa
    Hati ini merintih,
    Rintihan yang menyengat
    Bumiku yang dulu telah berubah
Bumiku semakin panas, panas dan panas
Entah kenapa, ulah siapa …
    Semua diam tanpa kata
    Membisu tak berucap
    Siapa yang salah ?
Pepohonan rindangku telah tiada,
Air jernihku telah berubah
Menjadi lumpur yang keruh
Kuingin semua seperti dahulu
Kembalikan bumiku …


Oleh : Yana

Puisi : Tak Kan Terganti

Di sudut kamarku aku terdiam
Seperti batu yang diterpa angin
Tak tergoyahkan oleh apapun
Memandang kertas berhamburan
Berserakan tak terarah
Penuh dengan gambar wajahnya

Aku pikir
Seorang pencerah dalam hidupku
Namun kecewa yang kurasa
Kau pergi
Berlalu dan tanpa jejak
Menghilang dan bersembunyi

Entah dimana
Hanya bisa mengingat janji manismu
Yang kau ingkari saat ini
Semakin lama aku menyadari
Sampai saat ini kau takkan terganti
Meski telah kau buatku menangis

Oleh : Nala

Puisi : Hidup Kami Adalah Jalanan

Mentari mulai bersinar menampakan wajahnya
Seorang anak kecil mulai menapakan kakinya dijalanan
Kaki kecil itu mulai menyusuri jalanan
Berbekal gitar yang sudah mulai rusak,
Suara yang tak merdu, baju usang dan kaleng bekas
Dia mulai menjajakan suaranya yang tak merdu itu di perempatan jalan
Berhenti disetiap mobil dan diberikan cacian sudah seperti makanannya
Ya, begitulah kehidupannya
Kehidupan anak jalanan yang berjuang demi hidupnya sendiri

Oleh : Nala

Puisi : Lembayung Senja

Dibalik semburat jingga cakrawala
Mentari mulai bersembunyi
Dibalik pantai tak berbatas
Meninggalkan pasir putih terluka
Terdengar nyanyian sedih sang ombak
Bau itu kembali menyeruak
Membuat dia muak, mereka muak
Plastik-plastik bekas teronggok diam
Tak ada yang tahu, tak ada yang peduli
Pantai itu kini sepi
Hanya ditemani lembayung senja
Yang akan meninggalkannya
Karna rembulan akan mengganti


Oleh : Chandrika

Puisi : Lagu Untukmu

Dari tumpukan cerita masa lalu
Kutatap dirimu
Setiap waktu
Lahir lagu demi lagu
Tentang luka hati
Yang mulai mengering
Karena senyummu
Inilah lagu untukmu

Oleh : Chandrika

Minggu, 08 April 2012

Puisi : With You

Face looking bright
Pleased to make me smile
beautiful world
Of course we've had differences
we went through
But I feel
Fall too in love
I would not change
I do not want you to go s'lamanya

I take care of his faithful
With you yourselves
I'll see you will always be
with you

Oleh : Gung Gus

Puisi : Selamanya

Aku Berharap Kamu Tahu
Tetapi aku selalu mencoba
Untuk Menjadi Orang Baik Sampai Akhir Nafasku
Saya Tidak Bisa Berpura-bura Bahwa Perasaan Ini Untukmu
Kamu Membuat Aku Merasa Bebas Lagi                              
Biarkan Aku Menciummu dan Memelukmu
Setiap Langkah yang Kau Ambil
Setiap Kata yang Kau Ucapkan
Dan Setiap Game yang Kau Mainkan
Aku Akan Selalu Memperhatikanmu
Itu Semua Karena Aku Mencintaimu
Selamanya...


Oleh : Gung Gus

Puisi : Perasaan Yang Terbalas

Matanya yg sewarna arang
Menatap balik ke arahku
Tidak tampak menantang tapi memberikan ketulusan
Dia tersenyum, tertawa berbicara dengan cara yg sama, kepada semua orang, termasuk denganku
Aku ragu akankah semua ini yg terbalas ?
Tapi, saat aku lihat caranya menatapku, sinar matanya ke arahku yg berbeda
Aku tahu, perasaanku terbalas

Oleh : Chintya

Puisi : Dia

Bulan menatap ke arahku
Tampak tahu bahwa aku sedang mengenang dia
Dia…
Seseorang yg selama ini mengisi hatiku dengan semburat kegembiraan
Bagiku, bersamanya lebih dari suatu yg disebut orang lain bahagia
Mungkin orang lain menganggapku gila karena menginginkan sesuatu yg tidak mungkin bisa ku dapatkan kembali
Kadang aku ragu kenapa hidup ini tidak adil, saat aku sudah bahagia bersamanya
Tuhan mengambilnya dariku

Oleh : Chintya

Puisi : Cinta Dusta

Cinta…
Mengapa semua harus terjadi ?
Mengapa disaat terang dunia
Kalbuku kau berlalu
Kau tinggalkan
Sepenggal dusta dalam rasa
            Cinta…
            Aku hanya mampu memeluk rasa
            Memeluk mimpi senja yang kelabu
            Meniti harapan fajar kelam

Oleh : Dekna

Puisi : Sakit

Sakit
Ketika cinta berbicara
Hanya hati yang merasakannya
Hanya hati yang dapat menerta
Apa yang telah cinta katakana
    Namun hati ini tergores
    Ketika mendengar perkataan bahwa cinta ini
    Rapuh dan bisu
    Karena sudah memiliki cinta yang lain
Hati ini lebih teriris
Ketika melihat cintanya
Terjamah yang lain

Oleh : Dekna

Puisi : Galau

Gini lho...
Dulu...kita kan
Pernah satu
So...kalau sekarang jadi dua
Itu kan...pecah
Pyaar...!
Hancur sudah
Jendela hati...

Yaah...berdarah
Balut dong...!
Dengan kasihmu
Biar ilang...semua perih
Sayang emang...
Semua jadi berantakan
Coba kalau kamu...
Ngertiin aku...
Percaya, dan nggak ada curiga
Pasti semua 'kan baik-baik saja

Luka ini, memang cukup parah
Butuh sebelas jahitan...
Dengan benang-benang...cintamu
Dan...balutan lembut kasihmu

Please...!
Tolong kembalikan...untukku
Canda..tawa..semua tentang kita
Aku butuh...semua itu

Wahai separuh jiwaku...dengarkan ini
Jiwaku dan jiwamu adalah satu
Tak kan mungkin, terpisah
Tuhan bilang...kamu hanya untukku

Satu lagi, mesti engkau mengerti
Semua tak ada yang berubah
Hingga detik ini...
Hanya kamu, bukan yang lain

Ini semua '' Bukan Hanya Mauku ''
Tak sekedar aku dan kamu
Dialah... yang di atas sana,
Maha kehendak dan kuasa

Oleh : Bayu Anggawirya

Puisi : Galau

Galau,kacau kurasakan di setiap hari ku
Saat ku tau kau pergi meninggalkan ku
Hancur,lebur kalbuku luluhlantah
Saat kau berikan ku fitnah

Ingin rasanya aku tertidur lelap
Agar semua yang kurasakan itu lenyap
Lenyap dari kehidupan ku
Dari dalam jiwa seorang gadis yang merindu

Kau bagaikan sebuah taman impian
Yang memberikan harapan dan kenangan
Tapi semua itu hanya angan,Kau tak pedulikan,kau tak hiraukan

Puing-puing hati yang tlah hancur menjadi abu
Kucoba membangun kembali semua itu dengan hati yang pilu
Wahai angin malam bawa pergi kesedihan ku
Bawa pergi kerinduan ku
Dan bawa kembali kebahagian di sisi ku

Oleh : Bayu Anggawirya

Puisi : Waktu

Rasanya bimbang

Rasanya bingung

Rasanya Tak menentu

Dibuat oleh Mu

Karna Mu

Semua itu karna Mu

Ada apa dengan Ku

Ku begini karna Mu

Ku berusaha manjadi baik

Yang kau impikan

Ku berjuang ‘tuk Mu

Hanya untuk Mu

Lelah Ku rasa

Letih Ku dapat

Lemah Ku jamah

Resah Ku terima

Mengapa kau tak sadar

Diriku ada

Lewat mata Ku bicara

Dengan hati Ku sampaikan

Tak mungkin Ku berkata

Karna kodratku hanya menerima

Tak mungkin Ku memulai

Karna bukan Ku yang bisa memulai

Apa yang bisa membuatmu tahu

Menoleh pada Ku

Melihat, merasakan kehadiran Ku

Bahwa Ku ada untuk Mu, Selalu

Namun tak mengapa bagi Ku

Ku percaya waktu......

Hanya pada waktu.....

Waktu yang menjawab pinta Ku

Oleh : Avril Katleyana

Puisi : Cinta...

CINTA
KAU BUAT AKU TAK YAKIN
TUK MELANGKAH
KAU BERI AKU SEGENGGAM LUKA

MENGAPA CAHAYA PELANGI
JADI API…???
SELAMAT JALAN CINTA
SELAMAT BERBAHAGIA DIATAS LUKA

BIARKAN KATA
MERANGKAI HATI
SERUPA DARAH
DI BALIK TIRAI











Oleh : Avril Katleyana