Madyapadma35

XXXV Family

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Behind The Scene Kording P3RIODISTA

Proses pembuatan kording oleh kelompok P3RIODISTA .

Behind The Scene Kording 3LANG

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Behind The Scene Kording SEARCH3R

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Behind The Scene Kording TRI FIV3R

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Behind The Scene Kording CR35TAL

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Puisi Cr35tal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Cr35tal. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 April 2012

Puisi : Penderitaan Bumi Kita

Bumi kita menjerit
Bumi kita tersiksa
Tersiksa karena kita
Tersiksa karena ulah manusia
    Tanah longsor dimana-mana
    Banjir melanda daerah-daerah
    Global warming melanda bumi
    Hutan-hutan semakin langka
     Pepohonan rindangku telah tiada
Kita seharusnya mengetahui akibatnya
Tidakkah manusia mengerti
Arti kata akibat
Arti kata kehancuran
    Kita sebagai penerus bangsa
    Hendaknya memelihara bumi ini
    Agar suatu saat nanti
    Terciptanya dunia yang berseri

Oleh : Yana
   

Puisi : Kembalikan Bumiku !

Dari sudut jendela,
Kulihat semuanya gersang
Kicauan burung berucap keras
Seolah tak tahan
Teriknya matahari yang menyiksa
    Hati ini merintih,
    Rintihan yang menyengat
    Bumiku yang dulu telah berubah
Bumiku semakin panas, panas dan panas
Entah kenapa, ulah siapa …
    Semua diam tanpa kata
    Membisu tak berucap
    Siapa yang salah ?
Pepohonan rindangku telah tiada,
Air jernihku telah berubah
Menjadi lumpur yang keruh
Kuingin semua seperti dahulu
Kembalikan bumiku …


Oleh : Yana

Puisi : Tak Kan Terganti

Di sudut kamarku aku terdiam
Seperti batu yang diterpa angin
Tak tergoyahkan oleh apapun
Memandang kertas berhamburan
Berserakan tak terarah
Penuh dengan gambar wajahnya

Aku pikir
Seorang pencerah dalam hidupku
Namun kecewa yang kurasa
Kau pergi
Berlalu dan tanpa jejak
Menghilang dan bersembunyi

Entah dimana
Hanya bisa mengingat janji manismu
Yang kau ingkari saat ini
Semakin lama aku menyadari
Sampai saat ini kau takkan terganti
Meski telah kau buatku menangis

Oleh : Nala

Puisi : Hidup Kami Adalah Jalanan

Mentari mulai bersinar menampakan wajahnya
Seorang anak kecil mulai menapakan kakinya dijalanan
Kaki kecil itu mulai menyusuri jalanan
Berbekal gitar yang sudah mulai rusak,
Suara yang tak merdu, baju usang dan kaleng bekas
Dia mulai menjajakan suaranya yang tak merdu itu di perempatan jalan
Berhenti disetiap mobil dan diberikan cacian sudah seperti makanannya
Ya, begitulah kehidupannya
Kehidupan anak jalanan yang berjuang demi hidupnya sendiri

Oleh : Nala

Puisi : Lembayung Senja

Dibalik semburat jingga cakrawala
Mentari mulai bersembunyi
Dibalik pantai tak berbatas
Meninggalkan pasir putih terluka
Terdengar nyanyian sedih sang ombak
Bau itu kembali menyeruak
Membuat dia muak, mereka muak
Plastik-plastik bekas teronggok diam
Tak ada yang tahu, tak ada yang peduli
Pantai itu kini sepi
Hanya ditemani lembayung senja
Yang akan meninggalkannya
Karna rembulan akan mengganti


Oleh : Chandrika

Puisi : Lagu Untukmu

Dari tumpukan cerita masa lalu
Kutatap dirimu
Setiap waktu
Lahir lagu demi lagu
Tentang luka hati
Yang mulai mengering
Karena senyummu
Inilah lagu untukmu

Oleh : Chandrika